MAKALAH TENTANG MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH




MAKALAH TENTANG  MANAJEMENPEMBELAJARAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
Hasil gambar untuk gambar pendidikan



Di susun oleh:
Nama              :Arif dzulfiqar
Fakultas          :agama islam
Prodi               :pendidikan agama islam(s-1)


KATA PENGANTAR

Puji beserta syukur penulis persembahkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa menganugerahkan nikmat, taufik dan hidayah-Nya sehinga penulisan makalah untuk memenuhi tugas kuliah ini dapat terselesaikan sebagaimana diharapkan. Serta tak lupa pula sholawat beriringkan salam kita lafadzkan kepada Nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita adalah Ummat beliau yang mendapat syafaat nya. Amin
Makalah ini berjudul “Manajemen pembelajaran guru madrasah ibtidaiyah”tujuan penulisan ini adalah selain di karnakan tugas kuliah,penulis juga berharap bermanfaat bagi saya pribadi dan juga pembaca.
Penulis sangat berterimakasih terutama pada bapak dan ibu saya,yang sudah memberikan bimbingan dan didikanya dari kecil.dan penulis sangat bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan sehingga dapat menyusun tugas makalah ini.
Pada dasarnya dalam penulisan makalah ini jauh dari kata sempurna,oleh karna itu mohon kritikan dan masukanya yang membangun demi menyempurnakan tugas makalah ini.









Magelang,28 agustus 2018

Arif dzulfiqar


DAFTAR ISI
Kata pengantar__i
Daftar isi__ii

BAB I PENDAHULUAN__1
1.latar belakang masalah__1
2.rumusan masalah__2
3.maksud dan tujuan penulisan__2

BAB II PEMBAHASAN
1.Aspek manajemen kelas__3
2.tujuan yang mempengaruhi manajemen kelas__4
3.faktor yang mempengaruhi manajemen kelas__4

BAB III PENUTUPAN__7
1.Kesimpulan__7
2.saran__7
                           
DAFTAR PUSTAKA__8

                                                             








BAB I
PENDAHULUAN

1)      Latar belakang masalah
Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan hal yang penting bagi suatu negara untuk menjadi negara maju, kuat, makmur dan sejahtera. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa terpisah dengan masalah pendidikan bangsa.
Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Di dalam kelas guru malaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan mengelola kelas. Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa. Semua komponen pengajaran yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, metode, alat dan sumber, serta evaluasi diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan.
Pengelolaan kelas tidak hanya berupa pengaturan kelas, fasilitas fisik dan rutinitas. Kegiatan pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Misalnya memberi penguatan, mengembangkan hubungan guru dengan siswa dan membuat aturan kelompok yang produktif.
Di kelaslah segala aspek pendidikan pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya. Kurikulum dengan segala komponennya, dan materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasanya bertemu dan berpadu dan berinteraksi di kelas. Bahkan hasil dari pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh apa yang terjadi di kelas. Oleh sebab itu sudah selayaknyalah kelas dikelola dengan bagi, professional, dan harus terus-menerus.
Masalah yang dihadapi guru, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman adalah pengelolaan kelas. Aspek yang sering didiskusikan oleh penulis professional dan pengajar adalah juga pengelolaan kelas”. Mengingat tugas utama dan paling sulit bagi pengajar adalah pengelolaan kelas, sedangkan tidak ada satu pendekatan yang dikatakan paling baik. Sebagian besar guru kurang mampu membedakan masalah pengajaran dan masalah pengelolaan. Masalah pengajaran harus diatasi dengan cara pengajaran dan masalah pengelolaan harus diatasi dengan cara pengelolaan.
Pengelolaan kelas diperlukan karena dari hari ke hari bahkan dari waktu ke waktu tingkah laku dan perbuatan siswa selalu berubah. Hari ini siswa dapat belajar dengan baik dan tenang, tetapi besok belum tentu. Kemarin terjadi persaingan yang sehat dalam kelompok, sebaliknya dimasa mendatang boleh jadi persaingan itu kurang sehat. Kelas selalu dinamis dalam bentuk perilaku, perbuatan, sikap, mental, dan emosional siswa.

2)      Rumusan masalah
Dalam penulisan makalah ini terdapat beberapa rumusan masalah yang berbentuk pertanyaan,di antaranya:
1.      Apakah yang di sebut dengan aspek manajemen kelas?
2.      Apakah tujauan yang mempengaruhi manajemen kelas?
3.      Apakah factor yang mempengaruhi manajemen kelas?
3)      Maksud dan tujuan penulisan
Dalam penulisan ini bukan cuma bertujuan untuk memenuhi tugas kuliah,di samping itu juga semoga bermanfaat bagi penulis dan pembaca,dan juga semoga dengan adanya penulisan ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan para pembaca yang bertujuan agar mengetahui bagaimana aspek manajemen dalam pembelajaran di madrasah ibtida’iyah.


BAB II
PEMBAHASAN
1.      Aspek manajemen kelas

Mengenai aspek-aspek manajemen kelas ini, maka dibedakan menjadi dua:
a)      Kegiatan Administratif Manajemen.
Kegiatan administratif pendidikan tidak terlepas dari proses manajemen. Administratif dalam pandangan Shulhan adalah seluruh kegiatan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Berkaitan dengan hal ini Nawawi berpandangan bahwa “…sebuah kelas pada dasarnya merupakan suatu unit kerja yang di dalamnya bekerja sejumlah orang untuk mencapai tujuan”.
Dengan demikian, dalam suatu kelas harus ada upaya untuk menciptakan kondisi kelas yang diliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kreatifitas dan inisiatif siswa dalam sebuah kelompok. Oleh sebab itu, dalam mengelola suatu kelas, guru atau wali kelas tentu menjalani langkah-langkah manajemen administrative yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengkomunikasian dan pengontrolan. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
·         Perencanaan.
Perencanaan mengenai program tahunan, program semester, program bulanan, program mingguan dan harian harus disusun secara rapi dan disesuaikan dengan alokasi waktu dan beberapa kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
·         Pengorganisasian.
 Dalam program kerja kelas sebagai rencana kerja harus bersifat realistis dengan tujuan yang realistis. Dengan demikian guru dan wali kelas harus membagi beban kerja kepada seluruh personal yang ikut dalam pengelolaan kelas agar aktifitas kelas dapat berjalan dengan tertib sesuai dengan tujuan dan rencana.
·         Pengarahan.
 Guru harus memberi instruksi, petunjuk dan bimbingan sebagai pengarahan agar kegiatan yang dilaksanakan tidak menyimpang dari perencanaan. Pengarahan ini dapat dilakukan melalui kerjasama dengan kepala sekolah selaku pucuk pimpinan dan penanggung jawab, juga kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait, demi mewujudkan proses belajar mengajar di kelas yang efektif  dan efisien.
·         Pengkoordinasian.
Pengkoordinasian ini bisa diwujudkan dengan menciptakan kerjasama yang disadari saling pengertian akan tugas dan peranan masing-masing, sehingga mampu menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan pekerjaan menjadi produktif.
·         Pengkomunikasian.
 Dalam pengkomunikasian harus selalu terjalin antara guru dan wali kelas dengan siswa di dalam kelas, agar tercipta situasi kelas yang dinamis. Komunikasi antar personal di kelas dapat berlangsung secara formal dalam acara rapat, musyawarah, diskusi dan dapat berlangsung secara informal melalui kontak antar pribadi dala setiap kesempatan di dalam dan di luar sekolah.

·         Pengontrolan.
Kegiatan kontrol ini memungkinkan untuk mengetahui kebaikan dan kekurangan dalam melaksanakan program kelas. Pengontrolan kelas dapat dilakukan terhadap realisasi jadwal pelajaran, kedisiplinan siswa, partisipasi siswa terhadap kegiatan, realisasi tugas siswa.
2.      Tujuan yang mempengaruhi manajemen kelas
Tujuan manajemen Kelas pada hakekatnya sudah terkandung pada tujuan  pendidikan secara umum. Menurut Sudirman (2000), tujuan manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa.
Suharsimi Arikunto, (2004), berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikuno menguraikan  rincian  tujuan Manajemen Kelas, sebagaimana berikut ini.
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan siaoal, emosional  dan intelek siswa dalam belajar.
Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial,ekonomi, budaya,serta sifat-sifat individunya.
3.       Factor yang mempengaruhi manajemen kelas
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi proses manajemen kelas (pengelolaan kelas) yang dilakukan guru dapat dibedakan ke dalam 2 golongan yaitu:
Faktor internal siswa dan factor external siswa.
·         Faktor internal siswa
Faktor internal siswa adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku yang ada di dalam diri masing-masing siswa yang ada di kelas yang bersangkutan.
                               
Setiap siswa mempunyai keadaan emosi yang berbeda-beda, bahkan pada setiap diri siswa pada waktu-waktu yang berbeda. Berbagai faktor lain dapat mempengaruhi bagaimana emosi siswa saat pembelajaran berlangsung. Penting sekali untuk memelihara emosi positif setiap siswa saat pembelajaran berlangsung.
Pikiran setiap siswa pun demikian. Pada suatu waktu mereka bisa saja sangat terkonsentrasi untuk belajar, sedangkan pada waktu lain mereka sulit sekali berkonsentrasi. Pikiran siswa bisa saja pergi ke tempat lain atau ke hal-hal lain di luar proses pembelajaran. Kemampuan guru untuk membuat pikiran siswa kondusif untuk belajar sangatlah penting. Beragam strategi dan metode pembelajaran yang bervariasi dapat membantu siswa mengarahkan pikirannya untuk belajar secara optimal.
Perilaku dan kepribadian siswa dengan ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya sacara individual. Kita tahu, tidak akan ada siswa yang mempunyai karakteristik atau kepribadian yang sama. Perbedaan sacara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.

·         Faktor Eksternal Siswa
Faktor eksternal siswa adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah di luar diri masing-masing siswa. Beberapa faktor yang tergolong ke dalam faktor eksternal antara lain suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa, dan sebagainya.
Suasana lingkungan belajar (ruang kelas atau tempat lainnya yang digunakan untuk belajar) haruslah kondusif sehingga mendukung berlangsungnya proses pembelajaran secara efektif. Ventilasi udara di ruang kelas memungkinkan pertukaran udara dan tidak membuat kelas menjadi gerah. Keributan di sekitar tempat belajar juga dapat mengganggu konsentrasi mereka dalam belajar.
Selain itu, setiap siswa perlu diatur penempatannya (terutama untuk siswa kelas rendah atau sekolah dasar), di mana siswa yang secara fisik lebih kecil mungkin sebaiknya duduk di bangku depan, demikian juga untuk siswa yang mempunyai hambatan dalam hal pendengaran atau penglihatan. Ini dimaksudkan untuk membantu siswa-siswa tersebut untuk lebih mudah menerima informasi atau mendengarkan dan melihat apa yang dilakukan di depan kelas baik oleh siswa maupun guru. Jangan sampai pandangan atau pendengaran mereka terbatasi oleh tempat duduk yang letaknya tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.
Selanjutnya, di dalam kelas seringkali juga dilakukan pembelajaran dengan setting kelompok. Guru memfasilitasi pembentukan kelompok-kelompok belajar secara sedemikian rupa sehingga masing-masing siswa mendapatkan pilihan terbaik untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pengelompokkan siswa yang kurang tepat dapat menimbulkan masalah sehingga dapat mengganggu atau menyulitkan manajemen (pengelolaan) kelas.
Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.





















BAB III
PENUTUPAN
1.      Kesimpulan
manajemen kelas dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas karna situasi dan kondisi kelas.
2.      Saran
Di masa yang akan mendatang di harapkan sistem manajemen kelas agar lebih di tingkatkan lagi.perkembangan pembelajaran di dunia global semakin pesat,oleh karna itu guru kelas di wajibkan untuk memiliki kompetensi dalam menyusun manajemen kelas atau pengelolaan kelas,khususnya pada sekolah madrasah ibtida’iyah,yang harus di tingkatkan lagi dalam menyusun manajemen kelas agar terciptanya suasana belajar yang menyenangkan,efektif,kondusif,dan efisien dapat terlaksana dengan baik.


























DAFTAR PUSTAKA



https://tulisanterkini.com/artikel/artikel-ilmiah/7685-ruang-lingkup-dan-aspek-aspek-manajemen-kelas.html
https://www.blogpendidik.info/2016/09/tujuan-manajemen-kelas.html
http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2014/10/faktor-yang-mempengaruhi-pengelolaan-kelas.html?m=1





























0 Response to " MAKALAH TENTANG MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel